Ini fanfic dari cerita novel 'bad boy and sweet girl' karya 'yuhuu' dari aplikasi novelme dari bab 30.
Rina, anak perempuan kaya yang memiliki wajah yang cantik serta body yang dapat membuat semua laki-laki menyukainya ini masih duduk di kelas 1 SMP.
Meski begitu dia memiliki payudara yang cukup besar dari anak seusianya.
Hampir tiap hari dia selalu di tembak oleh laki-laki di sekolahnya, entah itu dari kakak kelas atau pun murid seangkatannya dari kelas lain. Tapi semuanya di tolak karna dia hanya menyukai satu orang laki-laki yang selalu terlihat cuek dan malas di kelasnya, Rendra.
Meskipun Rendra memiliki sifat yang buruk seperti itu, dia selalu menepati semua janji yang sudah dia ucapkan pada seseorang. Dan terkadang tingkah polosnya yang terbawa karna dia dari kampung pindah ke Jakarta selalu jadi alasan kenapa dia selalu di jahili teman sebangkunya, Dewi.
Singkat cerita di bab 30 itu, di hari itu, Rendra pernah membuat janji dengan Rina kalau dia akan menuruti semua permintaan Rina selama satu hari penuh.
Sekarang ini, Rina dan Rendra yang baru saja mau pulang dari rumah sakit bersama empat tempat lainnya, pulang dengan naik mobil milik Rina.
Keempat temannya yang lain duduk di belakang, sedangkan Rendra duduk di depan. Dan secara spontan, bukannya duduk di sebelah Rendra, Rina lebih memilih untuk duduk di pangku Rendra. Tentu saja Rendra langsung terkejut karna Rina tiba melakukan itu.
"E-elu ngepain sih?" Kata Rendra yang merasa malu karna Rina tiba-tiba duduk di atas pahanya.
"Terserah gue dong mau duduk dimana?" Kata Rina tersenyum melirik ke arah Rendra yang ada di belakangnya.
"Ya-yaa.. gapapa sih, ta-tapi.. tolong, jangan banyak gerak yah" kata Rendra malu. Rina pun tersenyum semakin lebar melihat tingkah polos dari orang yang dia suka ini.
Setelah mobil melaju, teman-temannya yang di belakang juga tidak menghiraukan mereka. Dan Rina pun melakukan sesuatu yang menurutnya ini sebuah kesempatan.
"Heh, peluk gue dong" bisik Rina tersenyum.
"Ma-mana bisa" kata Rendra yang malu protes.
"Ssstt.. elu kan yang bilang sendiri kalo hari ini itu, elu jadi milik gua, dan elu ga boleh ngebantah" kata Rina memojokkan Rendra. Dengan terpaksa, dia pun perlahan-lahan melingkar kan tangannya di pinggang Rina.
"Yang bener, lebih kenceng dong" kata Rina protes.
"I-iya.. maap" kata Rendra gugup dan mulai mempererat pelukannya.
Tapi, Rina yang semakin lama dalam dekapan Rendra pun gairahnya semakin tinggi.
Dengan sengaja dia menggoyangkan pantatnya yang sedikit berisi itu tepat di atas kontol Rendra. Rendra pun langsung merinding dan memeluk Rina semakin kuat.
"Ja-jangan bergerak.." kata Rendra memejamkan matanya untuk menahan perasaan geli yang pertama kali di rasakan ini.
(Hehehe.. anak yang polos, dia pasti belom pernah ngocok juga) pikir Rina tersenyum. Bukannya berhenti, Rina malah terus menggoyangkan pantatnya dan Rendra yang tidak bisa melawan Rina hanya bisa menahannya dan pelukannya semakin kuat.
Dia terus memendamkan mukanya di punggung Rina dan napasnya juga semakin berat.
Rina yang duduk di atasnya pun langsung ngerasa kalo tepat di bawahnya ini punya Rendra sudah mengeras.
Dengan tersenyum Rina pun melebarkan kakinya dan memundurkan sedikit posisi duduknya lalu menyentuh tepat di celana yang ada di depan kontol Rendra yang sudah mengeras.
"Hii... To-tolong dong udah.. i-ini rasanya.. jadi geli gitu" kata Rendra malu.
"Tapi enak kan?" Kata Rina tersenyum dan perlahan membuka seleting celana Rendra dan mengelus sempaknya yang udah basah.
Rendra semakin susah untuk napas dan kepalanya terasa panas. Dia juga gatau apa ini rasanya enak atau ngga.
"Rina.. jangan.." kata Rendra memelas dan menempelkan mukanya di punggung Rina. Supirnya yang duduk di sebelahnya hanya bisa melihat mereka dan menelan ludah.
"Ssstt.. diam, nanti yang lainnya dengar" bisik Rina.
"Ta-tapi gimana caranya kalo elu terus terusan begitu" kata Rendra pelan karna dia sendiri juga gatau Rina ini ngapain.
Tangan Rina pun perlahan masuk ke dalam celana Rendra dan perlahan mencoba memasukkan tangannya ke dalam sempak Rendra, tapi..
"Ehem.. nona, Kita sudah sampai di depan rumah salah satu teman non Rina" kata supir itu malu. Rina pun langsung mengeluarkan tangannya dan memutarkan tubuhnya untuk melihat keempat temannya yang duduk di belakang.
"Ini rumahnya Mala kan? Berarti tinggal ke rumah Dian, Febri sama Bagas yah?" Tanya Rina.
"Oh gausah, kita semua turun disini aja. Lagian juga jarak rumah kita ga jauh" kata Bagas tersenyum.
Mendengar itu dari Bagas, Rina pun semakin senang dan mempersilahkan mereka keluar lalu mobil itu kembali melaju.
Karna di belakang sudah tidak ada orang, Rina pun memberikan perintah ke Rendra untuk pindah duduk di belakang.
Rendra yang masih susah untuk napas juga susah untik bangun, karna tiap kali dia gerak, kontolnya yang udah keras itu selalu ke gesek sama sempaknya dan itu bikin dia merinding.
Setelah pelan-pelan akhirnya bisa pindah. Awalnya Rendra pikir posisi kaya tadi ga bakal terjadi lagi, tapi dia salah.
Rina justru ikut duduk di belakang dan tetap di atas Rendra. Tapi sebelom duduk, Rendra nyuruh Rendra buat buka kancing celananya dan turunin celananya sedikit.
"Ha-hah? Bu-buat apa??" Tanya Rendra malu.
"Udah gausah banyak tanya" kata Rina sedikit memaksa.
Rendra pun perlahan melakukan itu dan menurunkan celananya sampai lutut dan hanya menyisakan sempaknya aja.
(Yaampun.. asli ga tahan liatnya) pikir Rina Melihat Rendra yang sudah tidak memakai celana dan hanya memakai seragam baju putihnya yang badak karna keringat.
Terlihat jelas ada tonjolan besar di sempak Rendra dan Rendra sendiri ngeliatin kontolnya sendiri yang ga pernah dia liat kaya gini sebelomnya.
Rina pun kembali duduk di atas Rendra dan bilang kesupirnya kalo bawa mobil muter-muter aja terserah kemana.
Mobil itu pun jalan sesuai permintaan Rina.
Di belakang, Rina yang duduk di atas Rendra terus terusan mengelus-elus kontol Rendra dari luar sempaknya. Rendra sendiri bener-bener udah ga tahan dan pikiran nya udah semakin kacau.
Rina yang ngerasa Rendra Meluk dia makin kenceng dari belakang, Rina pun langsung mengeluarkan kontol Rendra yang udah berdiri tegak di bawah selangkangan nya.
"Ugh.. emm... Ke-kenapa di keluarin?" Tanya Rendra yang masih meluk Rina.
Rina pun perlahan mengocok-ngocok kontol Rendra ke atas dan ke bawah pelan-pelan.
"AA-aah.. RI.. Rina.. u-udah.. ra-rasanya.. ugh.. emm.." Rendra terus bergerak seperti menolak sentuhan Rina namun tubuhnya seperti meminta lebih.
"Ssstt.. udah diem aja, enak kan?" Kata Rina tersenyum dan ga lama dia ngerasa kalo kontol Rendra berdenyut.
"Ugh.. ri-rina.. a-aah.. ah AAH RI-NA" teriaknya kencang dan kontol Rendra pun menyemburkan Peju yang cukup banyak sampe tangan Rina belepotan.
(Ba-banyak sekali) pikir Rina kaget. Rendra yang merasa seperti sebuah beban berat hilang begitu saja pun langsung bersandar dan napasnya masih terengah-engah.
"Gimana? Enak kan?" Kata Rina tersenyum melihat Rendra yang keliatan kecapean.
Rina yang dari tadi udah ga tahan juga langsung nurunin celana dalamnya yang tipis dan nuntun kontol Rendra yang masih keras ke memeknya.
Rendra pun mencoba melihat apa yang lagi Rina lakuin karna dia ngerasa geli lagi kalo pala kontolnya kaya lagi di gesek gesek ke sesuatu yang empuk.
"E-elu mau.. ngapain lagi?" Tanya Rendra yang kecapean.
Tanpa basa basi, Rina pun pelan-pelan turunin pantatnya biar kontol Rendra semakin masuk ke dalam memeknya.
"aaaAAAhh!!!! A-apa lagi ini" kata Rendra tiba menjerit karna ga tahan.
"Emh.. e-enak sekali. Rasanya penuh.. punya lu gede banget Rendra" kata Rina meringis karna ini juga pertama kalinya dia masukin sesuatu ke dalem memeknya.
"Ugh.. huhhh huhh.. ra-rasanya kaya di jepit" Kata Rendra lemas.
(Ha-harusnya tadi di bikin licin dulu) pikir Rina. Tapi karna udah terlanjur Rina pun pelan-pelan ngangkat pantatnya terus langsung turunin lagi.
"Aaaaahhh!! Ri- Rina.. e-enak sekali!!" Kata Rendra yang ada di belakangnya. Rina terus terusan naik turunin badannya pelan-pelan karna dia juga baru ngerasa yang begini.
Karna ngerasa udah ga tahan, Rendra menahan pinggul Rina dan menggenjotnya dengan cepet sampe Rina sendiri kewalahan.
"A- a- re-rendra.. te-terus begitu.. e-enak sekali" kata Rina terbata-bata karna guncangan dari genjotan Rendra.
"Aaah.. sshhh.. a-aaah!!" Rendra yang sudah termakan napsu terus menggenjot Rina.
Supir Rina yang sedang membawa mobil juga diem-diem ikut ngocok karna dari tadi dia terus ngeliatin mereka.
"A- ri-rina.. i-inih.. ada yang.. mau ugh.. keluar"
"Iyah Iyaaah.. keluarin aja semuanya, keluarin semuanya di dalem.. emh..."
"AAAARKK!!!"
*CROT.. *CROT..*CROOT..
dengan satu dorongan terakhir semua peju Rendra masuk ke dalem memek Rina yang mungil dan memerah itu.
Mereka berdua pun berhenti dan terus bernapas kecapean tapi Rina masih belom mau pindah dan nyender di Rendra.
"Jangan.. huuhh huhh. Jangan di cabut" kata Rina kecapean.
"Emm. Ugh.. huuhh huhh.. i-iya" kata Rendra yang juga kecapean.
Pas Rendra coba untuk duduk tegak, dia ngeliat ada darah yang ada di batang kontolnya yang keluar dari memek Rina.
"A-apa ini. Sakit yah?" Tanya Rendra takut.
"Engh.. ngga ko, enak banget.." kata Rina masih kecapean dan mencoba menggeser posisi duduknya. Tapi justru malah bikin kontol Rendra keluar masuk di dalem memeknya dan mereka berdua jadi sange lagi.
"Re-rendra.. masih.. masih mau lanjut? Elu udah keluar 2x.." tanya Rina yang ngos-ngosan. Tapi Rendra yang terlanjur sange lagi ngga ngejawab pertanyaan Rina dan pelan-pelan ngangkat kedua paha Rina terus dia mulai ngegenjot lagi.
(Se-serius? Ku-kuat banget) pikir Rina yang udah kecapean.
"Ma-maaf, tapi rasanya.. ini belom pernah gua rasain.. ini enak banget" kata Rendra pelan-pelan keluarkan masukin kontolnya ke memek Rina.
"Iya.. gapapa.. terus aja, mau berapa kali juga gua tetep mau ko" kata Rina pelan.
Mereka berdua terus begitu sampe setengah jam kedepan tanpa berhenti.
"Re-rendra.. masih belom juga? Pe-perut gua.. huuhhh . Rasanya udah penuh" kata Rina yang udah bener-bener kecapean, tapi Rendra terus aja ngewe Rina ga berhenti sampe akhirnya dia ngeluarin di dalem memek Rina yang ke 5x nya.
"A-aaah.. rasanya.. penuh banget.. elu.. huuhh.. udah 5x keluar di dalem memek gua Rendra.." kata Rina pelan.
"Ugh.. emh.." Rendra hanya bisa begitu karna pejunya lagi keluar di dalem memek Rina sampe becek ke bangku mobil.
"U-udah Rendra.. pe-perut gua penuh banget, udah sesak" kata Rina lemas.
Pelan-pelan Rendra pun nyabut kontolnya dan sisa sisa Peju yang ada di dalem memek Rina keluar semua karna terlalu penuh.
Karna udah terlalu cape, Rendra pun langsung ketiduran. Sementara Rina yang masih ngos-ngosan baru ngerasa nyeri di memeknya yang.
(Pe-perih sekali.. ngilu. tapi, rasanya enak..) pikir Rina ngeluarin Aer mata, tapi dia juga seneng sampe dia juga ikut ketiduran.
____
Supir Rina yang sedang membawa mobil juga diem-diem ikut ngocok karna dari tadi dia terus ngeliatin mereka.
"A- ri-rina.. i-inih.. ada yang.. mau ugh.. keluar"
"Iyah Iyaaah.. keluarin aja semuanya, keluarin semuanya di dalem.. emh..."
"AAAARKK!!!"
*CROT.. *CROT..*CROOT..
dengan satu dorongan terakhir semua peju Rendra masuk ke dalem memek Rina yang mungil dan memerah itu.
Mereka berdua pun berhenti dan terus bernapas kecapean tapi Rina masih belom mau pindah dan nyender di Rendra.
"Jangan.. huuhh huhh. Jangan di cabut" kata Rina kecapean.
"Emm. Ugh.. huuhh huhh.. i-iya" kata Rendra yang juga kecapean.
Pas Rendra coba untuk duduk tegak, dia ngeliat ada darah yang ada di batang kontolnya yang keluar dari memek Rina.
"A-apa ini. Sakit yah?" Tanya Rendra takut.
"Engh.. ngga ko, enak banget.." kata Rina masih kecapean dan mencoba menggeser posisi duduknya. Tapi justru malah bikin kontol Rendra keluar masuk di dalem memeknya dan mereka berdua jadi sange lagi.
"Re-rendra.. masih.. masih mau lanjut? Elu udah keluar 2x.." tanya Rina yang ngos-ngosan. Tapi Rendra yang terlanjur sange lagi ngga ngejawab pertanyaan Rina dan pelan-pelan ngangkat kedua paha Rina terus dia mulai ngegenjot lagi.
(Se-serius? Ku-kuat banget) pikir Rina yang udah kecapean.
"Ma-maaf, tapi rasanya.. ini belom pernah gua rasain.. ini enak banget" kata Rendra pelan-pelan keluarkan masukin kontolnya ke memek Rina.
"Iya.. gapapa.. terus aja, mau berapa kali juga gua tetep mau ko" kata Rina pelan.
Mereka berdua terus begitu sampe setengah jam kedepan tanpa berhenti.
"Re-rendra.. masih belom juga? Pe-perut gua.. huuhhh . Rasanya udah penuh" kata Rina yang udah bener-bener kecapean, tapi Rendra terus aja ngewe Rina ga berhenti sampe akhirnya dia ngeluarin di dalem memek Rina yang ke 5x nya.
"A-aaah.. rasanya.. penuh banget.. elu.. huuhh.. udah 5x keluar di dalem memek gua Rendra.." kata Rina pelan.
"Ugh.. emh.." Rendra hanya bisa begitu karna pejunya lagi keluar di dalem memek Rina sampe becek ke bangku mobil.
"U-udah Rendra.. pe-perut gua penuh banget, udah sesak" kata Rina lemas.
Pelan-pelan Rendra pun nyabut kontolnya dan sisa sisa Peju yang ada di dalem memek Rina keluar semua karna terlalu penuh.
Karna udah terlalu cape, Rendra pun langsung ketiduran. Sementara Rina yang masih ngos-ngosan baru ngerasa nyeri di memeknya yang.
(Pe-perih sekali.. ngilu. tapi, rasanya enak..) pikir Rina ngeluarin Aer mata, tapi dia juga seneng sampe dia juga ikut ketiduran.
____
Tidak ada komentar:
Posting Komentar